Tren Positif Terminal Kijing 2025: Kunjungan Kapal Naik 15 Persen, Siap Operasikan Layanan Petikemas
- account_circle Tim
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- print Cetak

Kinerja Terminal Kijing 2025 meningkat 15% dengan 741 kapal sandar. Pelindo siapkan layanan petikemas dan targetkan akses jalan tuntas Maret 2026. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KijingDaily.Com — Kinerja operasional Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 741 unit kapal telah bersandar di dermaga pelabuhan internasional tersebut.
Angka ini mengalami kenaikan sebesar 15 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berjumlah 643 kapal.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Pontianak, Yanto, mengungkapkan bahwa kenaikan angka kunjungan ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan para pengguna jasa terhadap fasilitas di Terminal Kijing.
“Kenaikan 15 persen kunjungan kapal di tahun 2025 menunjukkan kepercayaan pengguna jasa yang terus meningkat. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, termasuk kesiapan operasional petikemas,” ujarnya di Pontianak, Jumat (20/2/2026).
Siapkan Infrastruktur Petikemas
Menyambut tahun 2026, Terminal Kijing tengah bersiap mengoperasikan layanan petikemas secara optimal. Dalam waktu dekat, satu unit Quay Container Crane (QCC) dan dua unit Rubber Tyred Gantry (RTG) akan didatangkan untuk memperkuat alat bongkar muat yang sudah ada.
Saat ini, terminal telah dilengkapi dengan:
• 2 unit Harbour Mobile Crane (HMC)
• 2 unit reach stacker
• 2 unit head truck
• 2 unit chasis 40 feet
Terkait aksesibilitas, Yanto menyebut progres relokasi jalan nasional menuju kawasan terminal per 8 Februari 2026 telah mencapai 73,9 persen. Infrastruktur krusial ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Maret 2026 mendatang.
Dominasi Kapal Domestik dan Arus Barang
Dari total kunjungan kapal sepanjang 2025, mayoritas atau sekitar 74,5 persen merupakan kapal domestik, sementara 25,5 persen sisanya adalah kapal internasional.
Peningkatan frekuensi kapal ini diikuti dengan pertumbuhan arus barang yang signifikan:
• Curah Cair: 1,5 juta ton (Ekspor CPO dan turunannya mencapai 460.988 ton).
• Curah Kering: 2,5 juta ton (Impor tercatat 392.181 ton).
• General Cargo: 116 ribu ton.
Dukungan Legislatif untuk Percepatan
Meskipun kinerja meningkat, Anggota Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie, menilai percepatan operasional penuh Terminal Kijing tetap mendesak dilakukan. Ia menekankan agar kekurangan fasilitas penunjang tidak dijadikan alasan untuk menunda optimalisasi pelabuhan.
“Kami sudah beberapa kali meminta BUMN Pelindo agar optimal di Kijing. Memang ada beberapa hal yang perlu dibenahi, seperti kran bongkar muat, tetapi itu bukan alasan untuk menunda terlalu lama,” tegas Syarif Abdullah.
Senada dengan hal tersebut, manajemen Pelindo terus mengharapkan dukungan penuh dari seluruh pihak terkait agar layanan petikemas dan distribusi logistik di Terminal Kijing dapat menjadi tulang punggung ekonomi baru di Kalimantan Barat.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar