Breaking News
Trending Tags
Beranda » Inspirations » Di Balik Viralnya Buku ‘Broken Strings’ dan Perjuangan Memutus Tali Trauma

Di Balik Viralnya Buku ‘Broken Strings’ dan Perjuangan Memutus Tali Trauma

  • account_circle Anisa
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KijingDaily.com- Sebuah karya literasi berjudul Broken Strings karya Aurélie Moeremans tengah menjadi sorotan publik. Buku yang awalnya dirilis dalam format digital (PDF) ini bukan sekadar tulisan biasa, melainkan sebuah catatan personal tentang perjalanan sang aktris dalam bertahan hidup dan sembuh dari trauma masa lalu yang ia simpan selama 16 tahun.

Aurélie mengungkapkan bahwa proses penulisan buku ini bermula dari saran seorang hipnoterapis sebagai bagian dari metode penyembuhan. Meskipun peristiwa pahit tersebut terjadi belasan tahun lalu, sisa-sisa trauma tersebut masih membekas hingga ia dewasa.

“Awalnya aku ke hipnoterapis dan aku cerita bahwa kejadian ini kan sudah 16 tahun yang lalu ya, tapi traumanya tetap ada. Kalau aku sedih, kadang-kadang aku suka mukulin diri sendiri dan aku ngerasa aku deserve it (layak mendapatkannya),” ungkap Aurélie dalam penjelasannya.

Proses Penulisan sebagai Media Terapi

Menulis buku ini diakui sebagai proses yang sangat berat karena Aurélie harus membuka kembali ingatan yang menyakitkan. Namun, melalui tulisan, ia berhasil melihat peristiwa tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Sebuah kesadaran muncul saat ia kini menginjak usia 32 tahun, usia yang sama dengan pelaku kekerasan (abuser) di masa lalunya.

“Dari aku kecil, aku pengen banget ada di umur aku sekarang 32, karena abuser aku waktu itu umurnya aku sekarang. Aku pengen banget bisa mengerti kenapa dia bisa begitu sama aku. Dan ternyata pas aku sudah umur 32, aku baru sadar tidak ada yang mesti dimengerti. Memang semua itu tidak seharusnya terjadi,” tuturnya lugas.

Karya Aurélie Moeremans ini sempat menghadapi tantangan saat akan dirilis pada 10 Oktober lalu. Ia mengaku sempat menerima berbagai ancaman yang mengganggu ketenangannya. Namun, dukungan dari orang terdekat yang mendorongnya menerbitkan buku ini, meyakinkannya bahwa cerita tersebut dapat membantu orang lain yang mengalami situasi serupa.

Simbolisme Mendalam pada Sampul ‘Broken Strings’

Dalam versi awal yang ia desain sendiri, sampul buku ini sarat akan simbolisme. Terdapat gambar tangan dengan tato, pengendali boneka (puppet controller), dan jendela gereja.

Aurélie menjelaskan bahwa ilustrasi tato pada sampul tersebut merujuk pada kejadian nyata di mana pelaku merajah nama Aurélie di tubuhnya untuk mengancam dan memanipulasi dirinya saat ia masih berusia remaja. Sementara itu, simbol pengendali yang menyerupai salib menggambarkan bagaimana pelaku menggunakan doktrin agama untuk mengontrol dirinya secara psikis.

Judul Broken Strings sendiri bermakna putusnya tali-tali pengendali tersebut. Melalui buku ini, Aurélie menyatakan bahwa dirinya telah bebas dan bukan lagi “boneka” yang bisa dikendalikan oleh siapa pun.

Dampak Positif dan Rencana Penerbitan Fisik

Respon publik terhadap karya Aurélie Moeremans ini sangat luar biasa. Hingga saat ini, lebih dari 40.000 orang telah membaca versi digitalnya. Banyak pembaca, mulai dari sesama penyintas, orang tua, hingga guru, merasa terbantu dan mendapatkan perspektif baru mengenai kesehatan mental dan pola asuh.

Meski awalnya sempat ditolak oleh penerbit karena temanya dianggap terlalu sensitif, kini Broken Strings akan segera hadir dalam versi fisik yang lebih profesional. Versi cetak ini direncanakan akan tampil dengan tata bahasa yang lebih rapi serta tambahan delapan ilustrasi eksklusif.

Melalui buku ini, Aurélie Moeremans membuktikan bahwa berbagi kerentanan dan luka masa lalu bisa menjadi kekuatan untuk menyembuhkan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain yang sedang berjuang di jalan yang sama. Penulis berharap karyanya terus menjadi pengingat bagi para penyintas bahwa selalu ada jalan keluar dan masa depan yang lebih baik setelah berhasil lepas dari belenggu masa lalu yang kelam.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apel Hardesnas 2026 di Terminal Kijing, Bupati Erlina Dorong Kemandirian Desa Penyangga

    Apel Hardesnas 2026 di Terminal Kijing, Bupati Erlina Dorong Kemandirian Desa Penyangga

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KijingDaily.Com — Bupati Mempawah, Erlina, bertindak sebagai pembina Apel Peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) 2026 yang digelar secara khidmat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di area Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak pada Kamis (15/1/2026). Dalam amanatnya, Erlina menegaskan bahwa Hardesnas bukan sekadar agenda seremoni rutin tahunan bagi jajaran pemerintah desa. Ia menilai momentum ini merupakan bentuk pengakuan nyata […]

  • Banyak Korban TPPO Terjerat Hukum, Wakapolri Angkat Bicara

    Banyak Korban TPPO Terjerat Hukum, Wakapolri Angkat Bicara

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Kijing Daily
    • 0Komentar

    KijingDaily.com — Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melakukan pelanggaran hukum karena paksaan dari pelaku tidak seharusnya dipidana. Penegasan itu disampaikan Dedi dalam acara Bedah Buku Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026). Menurut Dedi, penanganan TPPO harus mengedepankan prinsip non penalization, […]

  • Rayakan Keberagaman di Sungai Pinyuh, Wabup Juli: Imlek adalah Simbol Kuat Harmoni Antar-Etnis

    Rayakan Keberagaman di Sungai Pinyuh, Wabup Juli: Imlek adalah Simbol Kuat Harmoni Antar-Etnis

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Komf/Tim
    • 0Komentar

    KijingDaily.Com — Semarak perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh Tahun 2026 mulai mewarnai kawasan Patoka, Kecamatan Sungai Pinyuh. Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, hadir langsung untuk membuka secara resmi event budaya tahunan tersebut pada Sabtu (14/2/2026). Acara yang berlangsung meriah ini menjadi sarana mempertegas makna kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Mempawah yang heterogen. Dalam […]

  • PN Mempawah Eksekusi Riil Lahan Jalur IPPKH PT ANTAM di Desa Bukit Batu

    PN Mempawah Eksekusi Riil Lahan Jalur IPPKH PT ANTAM di Desa Bukit Batu

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Hms/Tim
    • 0Komentar

    KijingDaily.Com — Pengadilan Negeri (PN) Mempawah melaksanakan eksekusi riil atas objek lahan yang terletak di Jalur Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) PT ANTAM Tbk, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kamis (5/2/2026). Pelaksanaan eksekusi ini didasarkan pada Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Mempawah Nomor 11/Pdt.Eks/2025/PN Mpw jo. Nomor 1/Pdt.P-Kons/2025/PN Mpw tertanggal 22 Januari […]

  • Soroti Peran Womenpreneurs di Inacraft 2026, Bupati Erlina Dukung Penuh Pengrajin Mempawah Go Internasional

    Soroti Peran Womenpreneurs di Inacraft 2026, Bupati Erlina Dukung Penuh Pengrajin Mempawah Go Internasional

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Pro/Tim
    • 0Komentar

    KijingDaily.Com — Bupati Mempawah yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Erlina, menghadiri pembukaan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026. Pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara tersebut resmi dibuka di Jakarta Convention Center (JCC) pada Rabu (4/1/2026). Acara bergengsi ini dibuka langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif […]

  • Tren Positif Terminal Kijing 2025: Kunjungan Kapal Naik 15 Persen, Siap Operasikan Layanan Petikemas

    Tren Positif Terminal Kijing 2025: Kunjungan Kapal Naik 15 Persen, Siap Operasikan Layanan Petikemas

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim
    • 0Komentar

    KijingDaily.Com — Kinerja operasional Terminal Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 741 unit kapal telah bersandar di dermaga pelabuhan internasional tersebut. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 15 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berjumlah 643 kapal. General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 […]

expand_less