Berjalan Bersama Ribuan Warga, Gubernur Kalbar dan Erlina Sambut Ramadhan dengan Sukacita
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- print Cetak

Gubernur Ria Norsan ikut Pawai Obor Akbar sambut Ramadan 1447 H di Pontianak. Momen ini bertepatan dengan Imlek, jadi simbol harmoni Kalbar. (Foto: Adp.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KijingDaily.Com — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina, secara resmi melepas Pawai Obor Akbar di Halaman Masjid Mujahidin Pontianak, Senin malam (16/2/2026). Kegiatan ini menjadi puncak ekspresi kegembiraan masyarakat dalam menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur dan Erlina turut berbaur dengan ribuan warga, berjalan kaki mengikuti rute pawai sebagai bentuk sukacita kolektif masyarakat Kalimantan Barat.
“Dalam rangka pawai obor ini, mari kita jaga ketertiban, ikuti arahan panitia, dan berjalan di jalur yang sudah ditentukan,” pesan Ria Norsan saat melepas rombongan.
Gubernur menjelaskan bahwa pawai obor merupakan tradisi turun-temurun yang sarat akan makna syukur. Obor yang dibawa masyarakat melambangkan cahaya iman, semangat kebersamaan, dan tekad suci untuk menyucikan diri.
“Marhaban ya Ramadhan, semoga Ramadhan kali ini membawa keberkahan untuk kita semua masyarakat Kalimantan Barat. Mari kita tunjukkan bahwa Islam menyambut Ramadhan dengan penuh sukacita,” ungkapnya.
Menariknya, pelaksanaan pawai obor tahun ini memiliki keunikan tersendiri karena berlangsung berbarengan dengan perayaan Imlek oleh masyarakat Tionghoa.
Gubernur menilai pertemuan dua momentum besar ini sebagai simbol indah keberagaman di Bumi Khatulistiwa, di mana cahaya obor Ramadhan berpadu harmonis dengan cahaya lampion Imlek.
“Dua cahaya dari dua tradisi bersinar berdampingan, menegaskan bahwa Kalimantan Barat adalah rumah bagi keberagaman, keharmonisan, dan toleransi,” tegas Norsan.
Menurutnya, pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya di Kalimantan Barat bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang mempererat persaudaraan.
“Cahaya obor dan cahaya lampion yang bersatu malam ini menandakan persaudaraan masyarakat Kalimantan Barat. Walaupun berbeda-beda, namun tetap satu untuk Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Suasana di sekitar Masjid Mujahidin hingga ruas jalan utama Pontianak tampak bercahaya, menciptakan atmosfer religius sekaligus kultural yang memperkuat jati diri Kalimantan Barat sebagai provinsi yang inklusif dan damai.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar