Waspada Asap di Sungai Pinyuh! Kebakaran Lahan di Desa Galang Ganggu Jarak Pandang Pengendara
- account_circle Pend/Tim
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- print Cetak

Kebakaran lahan gambut melanda Desa Galang, Mempawah. Tim gabungan TNI-Polri dan Damkar berupaya padamkan api guna cegah kabut asap meluas. (Foto: Pend.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KijingDaily.Com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Peristiwa yang mulai terjadi sejak sore hari tersebut memaksa tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, TNI–Polri, dan masyarakat setempat turun langsung berjibaku di lapangan.
Hingga Minggu malam (8/2/2026), proses penjinakan si jago merah dilaporkan masih terus berlangsung di tengah kondisi medan yang cukup sulit.
Lahan yang terbakar diketahui merupakan area gambut atau rawa. Karakteristik lahan ini membuat api sangat mudah merambat, baik di permukaan maupun di bawah tanah.
Kondisi tersebut menyebabkan kobaran api cepat meluas, terlebih didorong oleh cuaca panas ekstrem serta embusan angin yang cukup kencang di lokasi kejadian.
Tim gabungan terus berupaya memadamkan api menggunakan mesin pompa air dan melakukan penyekatan area agar kebakaran tidak menjalar ke permukiman warga.
Proses pemadaman di lahan gambut memang memerlukan upaya ekstra lantaran bara api seringkali bertahan di dalam lapisan tanah meski permukaan tampak sudah padam.
Akibat kebakaran ini, asap tebal mulai menyelimuti kawasan sekitar dan secara signifikan mengganggu jarak pandang di jalan raya utama.
Pengendara yang melintas di sekitar Desa Galang diimbau untuk ekstra hati-hati, menyalakan lampu kendaraan, serta mengurangi kecepatan guna menghindari kecelakaan.
Dandim 1201/Mempawah, Letkol Czi Ali Isnaini, menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat sejak menerima laporan pertama dari lapangan.
“Sejak sore personel sudah kami turunkan untuk membantu pemadaman bersama Polri, damkar, dan masyarakat,” tegas Letkol Czi Ali Isnaini.
Ia menambahkan bahwa fokus utama tim saat ini adalah melokalisir titik api agar tidak terus menyebar luas ke lahan produktif lainnya.
Pihak TNI juga memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi menjadi prioritas utama selama proses pemadaman berlangsung hingga situasi benar-benar terkendali.
Letkol Czi Ali Isnaini kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah kondisi cuaca kering saat ini.
Hingga malam hari, petugas masih bersiaga di lokasi guna melakukan pendinginan (mopping up) untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersembunyi di bawah lapisan gambut.
- Penulis: Pend/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar