Aek Serbat hingga Cengkaruk Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Kado Istimewa bagi Warga Bumi Galaherang
- account_circle Tim
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- print Cetak

Tiga budaya Mempawah: Aek Serbat, Cengkaruk, & Dokok-dokok Telanjang resmi jadi WBTB. Bupati Erlina terima sertifikat dari Gubernur Kalbar. (Foto: Ilusrtasi Air Serbat/Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KijingDaily.Com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat secara resmi menyerahkan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah. Penetapan ini mencakup tiga kekayaan tradisi lokal yang ikonik, yakni Aek Serbat, Cengkaruk, serta penganan tradisional Dokok-dokok Telanjang.
Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kepada Bupati Mempawah, Erlina, pada Rabu (28/1/2026).
Momentum bersejarah ini berlangsung seusai Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Halaman Kantor Gubernur.
Bupati Mempawah menyambut penetapan tersebut dengan penuh rasa bangga sebagai bentuk pengakuan negara terhadap kearifan lokal di Bumi Galaherang.
Menurut Erlina, pengakuan ini merupakan hasil dari upaya kolektif masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian tradisi leluhur.
Ia menyampaikan apresiasi serta rasa syukurnya, mengingat penetapan WBTB ini menjadi motivasi besar untuk terus menghidupkan budaya lokal.
“Penetapan ini merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua. Budaya adalah identitas daerah yang harus dijaga bersama,” ujar Erlina.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen kuat agar warisan budaya ini tidak hilang tergerus arus modernisasi yang masif.
Lebih lanjut, Erlina menyebutkan bahwa sertifikat WBTB tersebut menjadi kado istimewa bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah tahun ini.
Hal ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga jati diri bangsa serta memperkuat nilai-nilai budaya lokal di tingkat nasional.
Ketiga budaya yang diakui tersebut—Aek Serbat, Cengkaruk, dan Dokok-dokok Telanjang—memiliki nilai filosofis dan sejarah panjang dalam kehidupan warga Mempawah.
Dengan adanya pengakuan resmi ini, diharapkan generasi muda semakin tertarik untuk mempelajari dan melestarikan kekayaan kuliner serta tradisi tersebut.
Pemerintah daerah berencana akan terus mempromosikan warisan budaya ini melalui berbagai ajang festival dan kegiatan edukasi secara berkelanjutan.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa kekayaan intelektual komunal milik masyarakat Mempawah tetap terlindungi dan diakui secara luas
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar