Curah Hujan Rendah Hingga Pertengahan Tahun, Mempawah Resmi Berstatus Siaga Darurat Bencana Asap
- account_circle Tim
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- print Cetak

Pemadaman karhutla di desa Pasir, dusun Sebukit Rama oleh tim gabungan, Kamis (22/1/2025). | Curah Hujan Rendah Hingga Pertengahan Tahun, Mempawah Resmi Berstatus Siaga Darurat Bencana Asap. (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KijingDaily.Com — Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, secara resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Mempawah tahun 2026. Penetapan status tersebut disampaikan saat dirinya memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian dan Penanganan Karhutla di Balairung Setia, Kantor Bupati Mempawah, Rabu (28/1/2026).
Langkah ini diambil berdasarkan prakiraan cuaca dan iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat yang menunjukkan tren penurunan curah hujan.
Berdasarkan data peta prakiraan, minggu keempat Januari hingga minggu pertama Februari 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berada pada kategori curah hujan rendah hingga menengah.
Kondisi cuaca panas tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2026, yang secara otomatis meningkatkan risiko kekeringan pada lahan-lahan sensitif.
“Dengan demikian, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Mempawah, sangat mungkin terjadi,” ujar Juli Suryadi.
Penetapan Status Siaga Darurat ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh pemangku kepentingan kebencanaan secara maksimal.
Selain itu, status ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi antar pemangku kepentingan (stakeholder) sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Juli Suryadi meminta agar pasca penetapan status tersebut, Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan bencana segera dibentuk untuk mulai bekerja di lapangan.
Satgas ini nantinya memegang peranan penting dalam melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi alam serta aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu risiko kebakaran.
Tugas tim tersebut mencakup pengumpulan informasi kebencanaan secara komprehensif, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga langkah pascabencana.
“Pemantauan ini tidak hanya terkait kejadian bencana, tetapi juga mencakup upaya penanganan yang dilakukan oleh berbagai pihak,” jelas Wakil Bupati Mempawah.
Ia berharap melalui forum koordinasi ini, seluruh instansi terkait memiliki kesamaan persepsi dalam menghadapi potensi bencana kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan ekonomi.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting yang akan menjadi dasar penguatan kesiapsiagaan daerah dalam beberapa bulan ke depan.
Sinergi antarinstansi dan peran aktif masyarakat dalam menjaga lahan masing-masing sangat diharapkan guna memastikan Kabupaten Mempawah bebas dari bencana asap tahun ini.
- Penulis: Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar