Niat Padamkan Api Seorang Diri, Seorang Petani di Mempawah Timur Ditemukan Meninggal Terlentang
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
- print Cetak

H. Sehid (70) ditemukan meninggal di kebun Desa Parit Banjar, Mempawah Timur. Diduga korban sesak napas saat padamkan api lahan sendirian. (Foto: Warga bertakziah di kediaman Almarhum/Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KijingDaily.Com — Suasana tenang di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, mendadak berubah mencekam pada Kamis (26/3/2026) siang. Seorang warga menemukan sesosok pria dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah area perkebunan.
Korban diketahui bernama H. Sehid alias Majuri bin Martoko. Pria berusia 70 tahun tersebut merupakan seorang petani setempat yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian penemuan.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Tilam (48). Sekitar pukul 11.50 WIB, Tilam awalnya berniat masuk ke area kebun untuk mencari sayur-sayuran.
Namun, langkah kaki Tilam mendadak terhenti sekitar pukul 12.10 WIB. Ia dikagetkan dengan pemandangan tubuh seorang pria yang terbaring kaku di atas tanah kebun milik tetangga.
“Saya awalnya cuma mau cari sayur di kebun. Pas jalan, saya lihat ada orang tergeletak. Waktu saya dekati, ternyata sudah tidak bergerak,” ujar Tilam menceritakan detik-detik penemuan tersebut.
Sadar ada yang tidak beres, Tilam sempat memastikan kondisi korban dari jarak dekat. Setelah yakin bahwa pria tersebut telah meninggal dunia, ia bergegas lari memanggil warga lainnya.
Kabar penemuan mayat ini menyebar cepat dan mengundang perhatian masyarakat sekitar. Warga kemudian bersama-sama membantu proses evakuasi jenazah korban menuju ke rumah duka.
Kapolsek Mempawah Timur, Iptu Imran, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat ke lokasi. Laporan resmi dari masyarakat diterima kepolisian sekitar pukul 12.30 WIB.
“Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan di tempat kejadian perkara (TKP),” ujar Iptu Imran saat memberikan keterangan resmi.
Polisi kemudian melakukan olah TKP serta proses identifikasi bersama Tim Inafis Polres Mempawah. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya luka akibat benda tumpul maupun tajam.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Namun kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa sebelum ditemukan meninggal, korban diduga sempat membakar lahan miliknya. Lahan yang ditanami pohon kelapa tersebut rencananya akan dibersihkan.
Namun, api tersebut kemudian merembet dan meluas hingga ke kebun milik tetangga. Diduga merasa panik, korban berusaha sekuat tenaga memadamkan api tersebut seorang diri.
Kuatnya kepulan asap di lokasi diduga membuat korban kehabisan napas hingga akhirnya jatuh pingsan. Kondisi fisik yang sudah lanjut usia disinyalir memperparah keadaan korban saat menghirup asap.
“Diduga korban mengalami sesak akibat asap saat mencoba memadamkan api. Korban kemudian jatuh telungkup dan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” tambah Iptu Imran.
Di tengah suasana duka yang mendalam, pihak keluarga menyatakan telah ikhlas. Mereka memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah murni dan menolak dilakukan prosedur autopsi.
“Keluarga menyatakan menerima kejadian ini dan tidak bersedia dilakukan autopsi. Jenazah akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga sesuai ketentuan agama,” tutup Kapolsek.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar