Diduga Terpapar Asap Karhutla, Pusani Warga Sungai Pinyuh Meninggal Dunia Setelah Sempat Dirujuk ke RSUD Soedarso
- account_circle Hms/Tim
- calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
- print Cetak

Seorang lansia di Desa Galang, Mempawah, meninggal dunia diduga terpapar asap karhutla. Korban memiliki riwayat asma yang diperberat kabut asap. (Foto: Hms)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KijingDaily.Com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah mulai memakan korban jiwa. Seorang warga Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Pusani (66), dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami gangguan pernapasan akut.
Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Setyadi, membenarkan peristiwa memilukan tersebut. Ia menjelaskan bahwa almarhumah sempat mendapatkan penanganan medis secara intensif sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit rujukan.
“Almarhumah pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh dengan keluhan sesak napas. Kemudian dirujuk ke RSUD Soedarso Pontianak dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.00 WIB,” ujar AKP Setyadi saat memberikan keterangan pada Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan informasi medis dari pihak Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh, Pusani diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan atau komorbid berupa asma dan batuk kronis.
Kondisi kesehatan tersebut diduga kuat diperberat oleh paparan asap karhutla yang menyelimuti kawasan Desa Galang dalam beberapa hari terakhir. Sebagaimana diketahui, wilayah tersebut memang tengah dilanda kebakaran lahan gambut yang cukup masif.
Kapolsek menegaskan bahwa tim gabungan dari unsur Polri, TNI, BPBD, hingga Manggala Agni terus bekerja ekstra melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik api. Langkah ini dilakukan guna meminimalisir dampak yang lebih luas terhadap kesehatan warga.
“Kami terus berupaya maksimal melakukan penanganan karhutla di wilayah Sungai Pinyuh. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap, khususnya bagi lansia,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga meminta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan untuk lebih waspada. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar rumah saat kondisi asap pekat, selalu menggunakan masker, serta segera melapor ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala sesak napas.
Di sisi lain, Polri kembali memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Selain ancaman hukum yang menanti, tindakan tersebut terbukti membahayakan keselamatan dan nyawa sesama.
Kejadian ini menjadi duka mendalam sekaligus pengingat bagi seluruh pihak akan bahaya nyata dari karhutla yang terjadi di musim kemarau tahun ini.
- Penulis: Hms/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar