Karhutla Mulai Intai Kubu Raya, Operasional Bandara Supadio Berpotensi Teraganggu
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
- print Cetak

Karhutla Mulai Intai Kubu Raya, Operasional Bandara Supadio Berpotensi Teraganggu. (Foto: Humas)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KijingDaily.Com – Seiring dengan berubahnya siklus cuaca dari penghujan ke musim kemarau, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menghantui wilayah Kabupaten Kubu Raya. Dalam beberapa waktu terakhir, titik api dilaporkan mulai muncul di dua lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Kakap pada Jumat (16/1/2026).
Merespons cepat situasi tersebut, Tim Siaga Karhutla yang terdiri dari Polres Kubu Raya, Dit Samapta Polda Kalbar, BNPB, TNI, Pemadam Kebakaran Kubu Raya, serta pemangku kepentingan terkait langsung terjun ke lapangan untuk melakukan upaya pemadaman intensif.
Berdasarkan data lapangan, lokasi kebakaran pertama terdeteksi di Jalan Sultan Agung, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Api menghanguskan lahan dengan luas estimasi mencapai kurang lebih 2 hektar. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran lantaran titik api hanya berjarak sekitar 70 meter dari pemukiman warga.
Sementara itu, titik kedua terpantau di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, dengan luas lahan terdampak sekitar 1,5 hektar. Kedua lokasi ini merupakan lahan kosong dengan vegetasi gambut yang sangat mudah terbakar dan memiliki karakteristik sulit dipadamkan jika api sudah merambat ke bawah permukaan tanah.
Hingga saat ini, Tim Siaga Karhutla masih berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan (cooling down). Langkah ini dilakukan guna memastikan bara api di dalam tanah gambut benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan akibat tiupan angin.
Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, menegaskan bahwa penanganan Karhutla saat ini menjadi prioritas utama. Selain pemadaman, personel di lapangan juga dikerahkan secara rutin untuk melakukan patroli di titik-titik rawan.
“Kami terus berupaya maksimal melakukan pemadaman dan pendinginan lahan. Langkah ini sangat krusial demi menjamin keselamatan masyarakat dan memastikan kelancaran arus transportasi, terutama mengingat Kabupaten Kubu Raya memiliki objek vital nasional yaitu Bandara Internasional Supadio yang harus bebas dari gangguan kabut asap,” ujar Ade dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Pihak kepolisian juga gencar memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat dampak kerugian yang ditimbulkan sangat luas bagi kesehatan dan ekonomi. Terkait penyebab pasti kebakaran di dua lokasi tersebut, pihak Polres Kubu Raya menyatakan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan meminta warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat munculnya kepulan asap di lahan kosong agar penanganan dini dapat segera dilakukan sebelum api meluas.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Humas Polres

Saat ini belum ada komentar