MBS UM Pontianak Gelar Halal Industry Webinar, Bahas Strategi Kalbar Menjadi Halal Food Basket Asia
- account_circle Anisa
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

MBS UM Pontianak Gelar Halal Industry Webinar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kijingdaily.com – Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Pontianak kembali menyelenggarakan Halal Industry Webinar sebagai agenda akademik rutin yang bertujuan memperkuat wawasan mahasiswa mengenai perkembangan industri halal dan ekonomi syariah global. Kegiatan yang digelar secara daring pada Jumat (12/6) ini mengangkat tema “Halal Industry dan Masa Depan Ekonomi Global: Strategi Kalimantan Barat Menjadi Halal Food Basket.”
Webinar dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Aiyub Anshori. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan pentingnya capaian pembelajaran melalui pengalaman belajar yang nyata dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar secara langsung dari para pakar yang memiliki pengalaman dan kontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi syariah dan industri halal. Pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan gambaran tentang tantangan dan peluang yang ada di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi ekonomi syariah Kalimantan Barat, Awaluddin Razab, yang memaparkan berbagai peluang strategis yang dimiliki Kalimantan Barat untuk menjadi pusat pengembangan pangan halal di kawasan Asia.
Menurut Awaluddin, posisi geografis dan kekayaan sumber daya alam Kalimantan Barat menjadi modal yang sangat kuat untuk mewujudkan visi tersebut.
“Melihat peluang yang ada di Kalimantan Barat, mulai dari luasnya lahan perkebunan, besarnya potensi perikanan dan kelautan, berbatasan langsung dengan negara tetangga yang didukung lima Pos Lintas Batas Negara (PLBN), keberadaan bandara internasional, hingga Pelabuhan Internasional Kijing, saya sangat optimis Kalimantan Barat dapat menjadi halal food basket for Asia,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan industri halal tidak hanya berorientasi pada sertifikasi produk, tetapi juga membutuhkan penguatan ekosistem industri, rantai pasok halal, inovasi produk, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.
Melalui webinar ini, peserta diajak memahami bagaimana industri halal berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi yang memiliki pertumbuhan signifikan di tingkat global. Selain itu, diskusi juga menyoroti langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan agar Kalimantan Barat mampu mengambil peran penting dalam rantai pasok pangan halal regional maupun internasional.
Sebagai program studi yang berfokus pada pengembangan bisnis dan ekonomi syariah, Manajemen Bisnis Syariah FAI Universitas Muhammadiyah Pontianak terus berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan akademik yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan memahami secara langsung dinamika industri halal yang semakin berkembang di tingkat global.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar