Mahasiswa Peternakan Untan Eksplorasi Keragaman Ternak Ayam Unggul di Difya Farm
- account_circle Anisa
- calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
- print Cetak

Puluhan mahasiswa Peternakan Untan lakukan kuliah lapangan di Difya Farm. Fokus pelajari manajemen Ayam Kuntara 4 dan diversitas genetik unggas unggul. Foto : IST
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KijingDaily.com – Puluhan mahasiswa Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menggelar kegiatan kuliah lapangan (field trip) di Difya Farm. Kunjungan ini bertujuan untuk membedah manajemen pemeliharaan ayam lokal unggul sekaligus memperluas wawasan praktis mahasiswa mengenai industri agribisnis.
Fokus utama observasi kali ini adalah Ayam Kuntara 4, galur ayam lokal hasil dari sebuah inovasi. Dosen pendamping sekaligus Kaprodi Peternakan Untan, Dr. Ir. Duta Setiawan, S.Pt, M.Si, IPM, ASEAN Eng, menegaskan bahwa kegiatan ini penting agar mahasiswa tidak hanya terpaku pada teori.
“Di Difya Farm, mereka belajar bahwa peternakan bukan sekadar memelihara hewan, tapi soal efisiensi dan inovasi manajemen,” ujar Dr. Duta.
Bedah Karakteristik dan Performa Produksi
Selama kunjungan, para mahasiswa didampingi pengelola untuk mengamati langsung sistem biosekuriti dan pola pemberian pakan. Mahasiswa diberikan data teknis mengenai performa luar biasa Kuntara 4 yang mampu menghasilkan 280–300 butir telur per tahun tanpa naluri mengeram, menjadikannya salah satu ayam dwiguna terbaik di kelasnya.
Menariknya, agenda berlanjut ke kandang koleksi pribadi di mana mahasiswa berkesempatan mengamati varietas unggul lainnya secara lebih dekat:
- Ayam Saga: Menarik perhatian karena pertumbuhannya yang cepat dibandingkan ayam kampung biasa dengan kemampuan adaptasi pakan lokal yang sangat baik.
- Brown Leghorn: Sebagai tipe petelur murni asal Italia, ras ini menunjukkan efisiensi pakan yang tinggi dengan produksi mencapai 300 butir telur putih per tahun.
- Larmod (Layer Modif): Menjadi pusat diskusi karena perannya sebagai Parental Stock. Dengan produksi telur tinggi, anakan dari Larmod memiliki keunggulan pertumbuhan cepat dengan masa panen hanya dalam 54–60 hari.
Membangun Insting Praktis
Owner Difya Farm, Yusniardi menyambut antusiasme mahasiswa dalam sesi tanya jawab interaktif mengenai tantangan pasar dan strategi menjaga kualitas genetik. Pengelola berharap kunjungan ini dapat memicu jiwa kewirausahaan mahasiswa untuk memajukan sektor peternakan di Kalimantan Barat.
“Melihat langsung berbagai jenis ayam seperti Saga hingga Larmod memberikan gambaran nyata bahwa potensi genetik lokal kita sangat besar jika dikelola dengan sains yang tepat,” ungkap salah satu mahasiswa peserta.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak lulusan Peternakan Untan yang memiliki insting praktis dan wawasan luas untuk menghadapi dinamika industri peternakan masa depan.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar